


Kegiatan Bakti Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) melibatkan mahasiswa berkolaborasi erat bersama ibu-ibu PKK RW 04 Pancuran, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Salatiga. Rektor UKSW Salatiga Prof. Dr. Intiyas Utami, S.E., M.Si., Ak. beserta Pokja 4 TP PKK Kota Salatiga menghimbau kegiatan “Living Laboratory” ini merupakan kegiatan pengabdian masyarakat ini menyulap lingkungan warga menjadi ruang belajar hidup yang interaktif, solutif, dan berdampak langsung.
Lurah Kutowinangun Lor, Mohammad Arif Nurnanto, S.Sos. beserta Ketua TP PKK Kelurahan Kutowinangun Lor, Dewi Pratitis Nurnanto berharap konsep Living Laboratory ini, RW 04 Pancuran diposisikan sebagai ruang kolaborasi tempat mahasiswa, pengurus dan anggota PKK, serta warga bersama-sama menguji, menerapkan, dan merasakan langsung manfaat dari inovasi sosial serta iptek sederhana. Fokus utama dari pengabdian ini menyasar tiga pilar krusial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat: edukasi anti-bullying bagi anak-anak dan remaja, pelayanan kesehatan, serta pelatihan pembuatan pupuk kompos.
Peran Aktif PKK dalam Membangun Empati Sejak Dini Melalui Edukasi Anti-Bullying
Pilar pertama dalam rangkaian kunjungan ini difokuskan pada perlindungan anak dan pembentukan karakter generasi muda. Fenomena perundungan atau bullying kerap kali luput dari perhatian karena dianggap sebagai bentuk candaan biasa, padahal dampaknya sangat merusak kesehatan mental anak dalam jangka panjang. Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa UKSW bersama kader PKK RW 04 merancang sesi penyuluhan dan pendampingan yang dikemas secara interaktif khusus untuk anak-anak dan remaja. Alih-alih menggunakan metode ceramah yang kaku, mereka memanfaatkan media permainan edukatif, dongeng partisipatif, serta diskusi kelompok kecil. Melalui pendekatan ini, anak-anak diajak untuk mengenali bentuk-bentuk perundungan—baik fisik, verbal, maupun siber—serta memahami dampak buruknya terhadap korban. Peran aktif ibu-ibu PKK sangat terasa dalam mendampingi anak-anak, sekaligus memperkuat pembekalan bagi para orang tua untuk menciptakan ruang komunikasi yang aman di rumah agar anak-anak berani melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan kekerasan sebaya.
Sinergi Bersama PKK: Mendekatkan Layanan Kesehatan bagi Warga
Kesehatan masyarakat menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan yang produktif. Menyadari pentingnya deteksi dini terhadap berbagai risiko kesehatan, tim pengabdian masyarakat UKSW dan PKK RW 04 bahu-membahu menggerakkan warga untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan dasar gratis. Kegiatan yang dipusatkan di balai warga setempat ini meliputi pengecekan tekanan darah, pengukuran kadar gula darah, serta konsultasi kesehatan lainnya. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi sejak pagi hari, di mana para pengurus PKK tampak sigap membantu registrasi dan mendampingi lansia yang memanfaatkan kesempatan ini untuk memantau kondisi kesehatan rutin mereka. Selain pemeriksaan fisik, mahasiswa dan kader PKK juga menyosialisasikan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pengelolaan stres, serta pemanfaatan TOGA (Tanaman Obat Keluarga) untuk menjaga kebugaran tubuh secara alami.
Menggerakkan Lingkungan: Mengubah Sampah Menjadi Berkah Lewat Pembuatan Kompos
Sisi lingkungan hidup dari konsep Living Laboratory diwujudkan melalui pelatihan praktis pengelolaan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos. Dengan menggunakan metode komposting sederhana yang mudah diaplikasikan di pekarangan rumah sempit, mahasiswa bersama ibu-ibu PKK mendemonstrasikan cara mengolah sisa sayuran, buah, dan daunan kering menggunakan aktivator alami. Warga diajarkan tahapan demi tahapan mulai dari pencacahan, pengaturan kelembapan, hingga proses penutupan wadah komposter. Kehadiran program ini disambut sangat antusias oleh para ibu rumah tangga, karena selain mampu mengurangi beban sampah lingkungan, kompos yang dihasilkan nantinya dapat dimanfaatkan langsung untuk menyuburkan tanaman pekarangan dan apotek hidup warga di lingkungan RT/RW masing-masing.
Rangkaian kegiatan Bakti UKSW bersama PKK RW 04 Pancuran Kelurahan Kutowinangun Lor ini membuktikan bahwa konsep Living Laboratory mampu menciptakan hubungan timbal balik yang harmonis antara dunia akademik dan masyarakat. Mahasiswa mendapatkan pembelajaran empiris yang memperkaya empati sosial dan kompetensi praktis mereka, sementara warga dan kader PKK menjadi motor penggerak utama dalam mengimplementasikan solusi nyata atas berbagai tantangan di bidang sosial, kesehatan, dan lingkungan.